Rabu, 17 Desember 2014

Etika Penggunaan Teknologi Komunikasi.



Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sebuah sesuatu di mana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah salah satu sarana yang dapat memudahkan dalam pencarian informasi serta memudahkan pula dalam berkomunikasi. Akan tetapi dalam penggunaannya tetap harus memperhatikan beberapa etika, karena menggunakan TIK pada dasarnya adalah kita berhubungan dengan orang lain dan berhubungan dengan orang lain membutuhkan kode etik tertentu.
Untuk menerapkan etika TIK di perlukan terlebih dahulu mengenal dan memaknai prinsip yang terkandung di dalam TIK di antaranya adalah :
1.     Tujuan teknologi informasi :memberikan kepada manusia untuk menyelesaikan masalah, menghasilkan kreatifitas, membuat manusia lebih berkaria jika tanpa menggunakan teknologi informasi dan aktivitasnya.
2.           Prinsip High–tech–high– touch :jangan memiliki ketergantungan terhadap teknologi tercanggih tetapi lebih penting adalah meninggkatkan kemampuan aspek “high touch “ yaitu “manusia” .
3.    Sesuaikan tenologi informasi terhadap manusia : seharusnya teknologi informasi dapat mendukung segala aktivitas manusia yang harus menyesuaikan teknologi informasi .
Berikut beberapa etika yang harus diperhatikan dalam penggunaan TIK:
1.      Menggunakan fasilitas TIK untuk melakukan hal yang bermanfaat.
2.      Tidak memasuki sistem informasi orang lain secara illegal.
3.   Tidak memberikan user ID dan password kepada orang lain untuk masuk ke dalam sebuah sistem. Tidak diperkenankan pula untuk menggunakan user ID orang lain untuk masuk ke sebuah sistem.
4.      Tidak mengganggu dan atau merusak sistem informasi orang lain dengan cara apa pun.
5.      Menggunakan alat pendukung TIK dengan bijaksana dan merawatnya dengan baik.
6.     Tidak menggunakan TIK dalam melakukan perbuatan yang melanggar hukum dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.
7.    Menjunjung tinggi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Misalnya, pencantuman url website yang menjadi referensi tulisan kita baik di media cetak atau elektronik.
8.      Tetap bersikap sopan dan santun walaupun tidak bertatap muka secara langsung.

Dampak Sosial dan Fenomena Perkembangan Teknologi Komunikasi



Dampak Sosial dari Perkembangan Teknologi Komunikasi
·     Kesenjangan sosial yang mulai muncul dan semakin akrabnya manusia dengan benda mati. Contohnya manusia lebih mencintai gadjet dan itu bisa mendekatkan yang jauh tapi menjauhkan yang dekat.
·         Ketergantungan terhadap teknologi komunikasi.
·         Kurangnya sensitifitas, kemajuan teknologi membuat seseorang menjadi kurang peka dengan ekspresi saat sedang berkomunikasi dengan lawan bicaranya.
·       Seseorang akan malas dan manja, segelanya dilakukan dengan mudah menggunakan teknologi komunikasi, tidak mau mencoba untuk berusaha terlebih dahulu. Orang juga menjadi malas untuk berkomunikasi secara langsung. Orang lebih memilih berinteraksi melalui handphonenya ketimbang berkomunikasi dengan orang disekitarnya.
·         Perubahan tingkah laku, sikap dan psikologis.
·         Inovasi-inovasi di berbagai bidang, penyebaran informasi merata.
·         Mempermudah pekerjaan.
·         Sarana aktualisasi dan eksistensi bagi manusia.

Fenomena Sosial yang Terjadi dari Perkembangan Teknologi Komunikasi
·         Perubahan pola perilaku manusia yang menomorsatukan teknologi.
·       Karena ketergantungan dengan teknologi mengakibatkan berbagai macam penyakit akibat atau efek dari unsur-unsur pada komponen teknologi tersebut.
·         Penyakit ‘autis’ karena terfokus pada teknologi.
·         Media sosial banyak disalahgunakan oleh para remaja.
·         Alat komunikasi menjadi suatu hal yang mencirikan status sosial.
·         Seseorang bisa menjadi terlalu narsis.

Tiga Pendekatan dalam Menanggapi Perkembangan Teknologi Komunikasi Menurut Anthony G. Wilhelm


-Dystopian
      Pada aliran ini sangat berhati-hati dan bersikap kritis terhadap penerapan teknologi, sebab dampak yang ditimbulkan adalah pengacauan kehidupan social politik.
      Jadi pada proses perkembangan teknologi komunikasi mampu menimbulkan konflik pada bidang social politik yang mana akan menyebabkan hilangnya hubungan antar manusia dimana pertemuan tatap muka lebih dianggap alamiah dari pada menggunakan media. Sedangkan pada komunikasi politik akan banyak muncul kecurigaan sebab pada ruang cyber bersifat abstrak, dan anonym sehingga mudah menjadi penyimpangan.
-Neo Futuris
      Aliran ini tidak terlalu kritis dalam menanggapi perkembangan teknologi yang sedang berkembang. Pada aliran ini sangat terbuka akan perkembang teknologi yang sedang berlangsung. Sehingga mereka meletakkan dasar kerja untuk masa depan yang penuh harapan.
-Tekno-realis
      Aliran ini merupakan penengah antara Dystopian dan Neo Futuris dimana aliran ini akan bersikap kritis pada praktek komunikasi dan nilai-nilai kemanusiaan dan mengakui teknologi digital memiliki banyak manfaat praktis yang dapat dimanfaatkan tanpa melanggar nilai-nilai kemanusiaan yang ada.

Dari ketiga aliran pendekatan menurut Anthony G. Wilhelm, dipilih salah satu yang dianggap paling baik yaitu aliran Tekno-realis karena pada aliran ini lebih banyak memiliki sisi positif. Aliran ini mau menerima adanya perkembangan teknologi komunikasi, namun dalam penggunaan teknologi tersebut orang perorangan memiliki filter tersendiri dalam menggunakan teknologinya. Jadi mereka lebih selektif dalam menggunakan teknologi. Aliran ini bukan mengkritisi adanya perkembangan teknologi komunikasi namun mengkritisi praktek komunikasinya, karena sesungguhnya dampak dari adanya perkembangan teknologi komunikasi tergantung pada penggunaan teknologi komunikasi itu sendiri.

Komunikasi Interaktif, Komunikasi Antarpersona, dan Komunikasi Massa



1.      Komunikasi Interaktif
Komunikasi interaktif adalah proses penyampaian pesan yang dilakukan antara komunikator dengan komunikannya secara langsung dengan melibatkan suatu aksi dan tanggapan secara langsung baik melalui saluran media maupun secara tatap muka. Interaktif sendiri memiliki pengertian sebagai suatu jenis tindakan atau aksi yang terjadi ketika dua atau lebih memberikan efek atau memengaruhi satu sama lainnya. Jenis komunikasi dua arah yang digunakan bersifat lebih interaktif (tidak pasif). Berbeda dengan komunikasi interpersonal, komunikasi interaktif dapat terjadi dari komunikator yang berjumlah lebih dari satu kepada komunikan yang jumlahnya banyak. Salah satu contohnya yaitu seperti membuka chat room di jejaring sosial yantg melibatkan lebih dari satu orang di mana semuanya memungkinkan menjadi komunikatornya.
2.      Komunikasi Antarpesona
Effendy mengemukakan bahwa pada hakikatnya komunikasi antar pribadi adalah komunikasi antara komunikator dengan seorang komunikan. Komunikasi jenis ini dianggap paling efektif dalam hal upaya mengubah sikap, pendapat, atau perilaku seseorang, karena sifatnya yang dialogis, berupa percakapan. Arus balik bersifat langsung. Komunikator mengetahui tanggapan komunikan ketika itu juga pada saat komunikasi dilancarkan. Komunikator mengetahui pasti apakah komunikasinya itu positif atau negatif, berhasil atau tidak. Jika tidak, ia dapat memberi kesempatan kepada komunikan untuk bertanya seluas-luasnya.
3.      Komunikasi Massa
Komunikasi massa merupakan sebuah proses penyampaian pesan antara pemberi pesan kepada khalayak ramai melalui saluran komunikasi berupa media massa dengan tujuan untuk penyebaran informasi secara luas. Menurut Maletzke, Komunikasi massa diartikan sebagai setiap bentuk komunikasi yang menyampaikan pernyataan secara terbuka melalui media penyebaran teknis secara tidak langsung dan satu arah pada publik yang tersebar. Komunikasi massa memiliki beberapa karakteristik utama, yaitu pesan disampaikan secara tidak langsung, bersifat satu arah, pesan disampaikan secara terbuka, dan publiknya bersifat heterogen. Dalam hal ini peran media massa sangat besar dan bisa  dibilang menjadi komponen utama dalam terjadinya proses penyampaian pesan dalam komunikasi massa ini.

Dampak Positif
Penggunaan komunikasi interaktif dengan menggunakan teknologi pesan dapat mudah tersampaikan, lebih efektif, lebih bermakna misalnya bisa menggunakan emoticon. Komunikasi antarpesona bermanfaat dalam penyampaian pesan secara efektif, misalnya bisa mendekatkan yang jauh karena komunikasi bisa menggunakan web cam. Komunikasi massa orang bisa dengan mudah menggiring suatu opini, bisa berdiskusi dengan orang banyak tanpa harus bertemu.

Dampak Negatif
Bisa terjadi kesalahan komunikasi baik itu menggunakan komunikasi interaktif ataupun komunikasi antarpesona, sedangkan komunikasi massa dapat menimbulkan konflik antar dua kubu.